Arti Perbedaan Antigen Dan Antibodi

arti perbedaan antigen dan antibodi

Gookalian memberikan informasi arti perbedaan antigen dan antibodi yang merupakan berhubungan dengan tubuh kita. Kedua istilah ini juga kini ramai diperbincangkan orang karena pandemi Covid 19. Jika melihat dari istilahnya, sobat harus tahu bahwa keduanya memiliki hubungan satu sama lain.

Meskipun memiliki perbedaan arti, keduanya sama-sama memiliki andil dalam tubuh kita terkait serangan virus atau bakteri yang membuat kita bisa sakit. Lalu bagaimana penjelasannya?

Arti Perbedaan Antigen Dan Antibodi

Dalam pemeriksaan atau tes untuk menentukan apakah seseorang terkena Covid-19 digunakan istilah antigen dan antibodi. Sebelum menuju ke pemeriksaan, perlu kita tahu dahulu arti yang dimaksud pada masing-masing kata.

Pengertian Antigen Dan Antibodi

Antigen merupakan sesuatu berupa virus, bakteri, jamur, parasit, dan bahan kimia tertentu yang merangsang tubuh. Zat dan makhluk hidup tersebut ketika masuk ke dalam tubuh akan membuat merangsang pembentukan kekebalan tubuh. Antigen oleh tubuh dibaca sebagai sebuah zat asing yang berbeda dinilai dapat mengancam. Antigen yang mengancam ini masuk kedalam tubuh lalu dicurigai sehingga diperlukan penanganan dengan antibodi.

Antibodi merupakan sebuah sistem dalam tubuh yang bekerja melawan zat asing yaitu salah satunya antigen yang telah dijelaskan. Antibodi sering disebut sistem kekebalan tubuh dalam melawan musuh bersifat fisik, kimia dan biologi. Respon dari tubuh yang muncul seringkali akibat aktivitas antibodi seperti radang, alergi, kemerahan dan berbagai kenampakan lainnya.

Ketika antigen masuk ke tubuh, imun atau kekebalan tubuh akan terangsang. Sistem dalam tubuh kemudian akan membentuk antibodi terhadap antigen atau zat tersebut sebagai bentuk perlawanan agar tidak terjadi ancaman terhadap tubuh.

Jadi sudah terlihat dengan jelas, antigen merupakan zat yang diwaspadai oleh antibodi dalam hubungan keduannya. Kekebalan tubuh yang terbentuk akibat dari munculnya antigen dapat diketahui melalui pemeriksaan seperti halnya mendeteksi Covid-19.

Arti Perbedaan Antigen Dan Antibodi

Antigen

Tes antigen digunakan untuk mendiagnosa Covid-19 dengan melihat protein yang dihasilkan tubuh untuk memerangi virus tersebut. Caranya dengan melakukan usapan/swab pada hidung maupun tenggorokan. Cairan yang sedikit dalam tempat tersebut diambil, untuk kemudian dideteksi apakah ada protein yang terbentuk oleh antibodi.

Apabila melalui tes ini ternyata hasilnya positif, maka tubuh telah memproduksi sebuah antibodi untuk melawan antigen berupa protein. Meskipun begitu, hasilnya tidak bisa akurat 100%. Karena protein yang terdeteksi bisa jadi bukan untuk melawan antigen Covid-19 melainkan virus lainnya. Bisa jadi antibodi yang menghasilkan protein adalah respon tubuh untuk melawan penyakit atau virus biasa.

Oleh karena itu tes antigen bisa salah dalam membaca hasil meskipun positif. Bisa jadi seseorang positif di wilayah yang jumlah kasus Covid nya sangat rendah karena kelemahan tes ini. Mereka yang sedang tidak enak badan, pilek atau demam memiliki kemungkinan terjadi kesalahan membaca hasil positif. Artinya tetap waspada dengan kondisi diri dengan terus melakukan penerapan hidup bersih dan sehat serta protokol pencegahan Covid.

Antibodi

Pada awal pandemi terjadi, terdapat pemeriksaan rapid test untuk melihat apakah reaktif atau non reaktif infeksi Covid. Tes ini mendeteksi adanya aktivitas antibodi terhadap infeksi yang terjadi pada tubuh.

Terdapat 2 imunoglobulin (Ig) yaitu Ig G dan Ig M yang dihasilkan ketika seseorang terpapar virus Corona. Keduanya ada dalam darah yang tersebar karena sebagai bentuk respon tubuh terhadap serangan virus, bakteri, jamur dan lain-lain. Sebagai salah satu bentuk pertahanan diri, Ig M akan terbentuk dalam waktu singkat untuk jumlah yang banyak.

Seiring berkembangnya waktu, Ig M akan diubah oleh Ig G sebagai petunjuk bahwa infeksi telah berjalan lampau. Ig M menunjukkan infeksi baru saja. Keduanya dideteksi oleh rapid test, namun jenis tes ini sudah tidak direkomendasikan karena hanya mendeteksi aktivitas antibodi sebagai pertahanan pertama. Adapun jika reaktif, berarti kekebalan tubuh telah bekerja namun tidak bisa dipastikan bahwa ini karena Covid. Maka dari itu dibutuhkan tes yang lebih jauh lagi yaitu PCR (polymerase chain reaction) yang keakuratannya sangat tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *