Rabu , September 28 2022

Dampak Negatif Metaverse Dalam Kehidupan Media Sosial

Metaverse, dunia ruang virtual dimana interaksi sosial lebih nyata terjadi. Namun ada dampak negatif Metaverse yang mungkin belum sobat ketahui. Media sosial sendiri merupakan tempat dimana orang bisa saling berbagi ilmu, kehidupan, dan saran pertemanan. Meskipun banyak positifnya, tak sedikit juga hal negatif yang bisa kita temui dalam menggunakan media sosial.

Model interaksi sosial dengan ruang virtual pada Metaverse memang membawa kita pada kecanggihan teknologi membuat pertemuan online lebih bermakna. Sobat bisa berinteraksi layaknya kehidupan sehari-hari secara online dalam ruang virtual Metaverse. Media sosial biasa yang berbentuk tulisan saja bisa dengan mudah terjadi dampak negatif seperti kata-kata kasar, perundungan. Apalagi kalau interaksi online tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk virtual, pastinya akan bisa lebih parah lagi.

Dampak Negatif Metaverse Untuk Kehidupan Sosial Online

Perpaduan teknologi virtual reality dalam Metaverse akan menjadi hal yang biasa ketika kita bermedia sosial saat ini. Interaksi akan semakin bervariasi mulai dari gerakan dan emosi yang bisa ditunjukkan secara virtual melalui avatar. Sebuah karakter yang muncul dalam dunia virtual yang melambangkan seseorang yang menggunakannya. Misalkan dampak negatif dari penggunaan ini yaitu pelecehan yang dilakukan oleh karakter lawan dalam dunia virtual seperti yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu pada seorang wanita di Amerika Serikat. Selain itu apa saja dampak negatif Metaverse untuk kehidupan media sosial? Gookalian berikan informasinya untuk sobat.

Baca Juga!  Kekurangan Fingerprint Bawah Layar Ponsel Pintar

1. Meningkatknya Tekanan Sosial Dan Insecure

Penelitian yang dilakukan pada Journal of Social and Clinical Psychology, menemukan bahwa orang merasa depresi ketika menghabiskan waktu di Facebook. Karena dirinya membandingkan dengan orang lain dan hasilnya dirinya lebih jelek/buruk daripada orang lain.

merasa insecure di media sosial
Photo by Pexel

Sifat media sosial yang selalu mengutamakan keberhasilan, kekayaan, kesuksesan dan hal lebih lainnya meningkatkan perasaan tertekan bagi orang lain. Metaverse akan lebih memperparah kondisi ini. Adanya avatar sebagai bentuk virtual dari diri akan membuat peningkatan kekecewaan dalam kehidupan media sosial maupun kehidupan nyata.

Sesuai penelitian oleh University of South Australia yang menyatakan bahwa orang yang lebih sering upload selfie di media sosial. Cenderung akan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Budaya ikut-ikutan akan terus menyerang seseorang agar melakukan apa yang wajar dilakukan oleh banyak orang di media sosial. Dalam Metaverse, kehadiran digital melalui avatar akan meningkatkan intensitas anxiety.

2. Kecanduan Media Sosial

Seperti yang kita ketahui, kecanduan adalah dampak negatif Metaverse yang juga terjadi pada semua jenis media sosial. Hal ini disebabkan oleh algoritma pada platform atau aplikasi. Mereka selalu membuat pengguna terikat (engaged) selama mungkin untuk menikmati konten didalamnya. Melihat perkembangan platform media sosial lain, bisa diprediksi Metaverse akan menggunakan cara yang sama. Tentunya semakin membuat orang bisa berlama-lama di dalamnya hingga kecanduan karena algoritma.

Selain dari algoritma, berbagai keindahan dan keunikan dunia virtual menjadi penyebab lain kecanduan terjadi. Orang akan terus penasaran menggali setiap hal dalam dunia tersebut. Seperti game open world yang membuat pemainnya terus ingin menjelajah dan mencoba hal-hal baru.

3. Cyberbullying Menjadi Semakin Parah

Jumlah bullying online semakin hari semakin banyak terjadi. Bahkan kita mungkin sering melihat disekitar kita saat menggunakan media sosial. Kata-kata kasar, merendahkan, melecehkan dan ad hominem lainnya sudah sering terjadi dalam bentuk verbal. Meskipun media sosial tersebut terus berusaha membuat aturan dan deteksi otomatis, cyberbullying selalu terjadi di setiap kesempatan dengan modus yang terus berkembang. Maka perundungan fisik secara online sangat mungkin sering terjadi.

bullying dalam metaverse
Photo by Pexel

Tentu saja dengan adanya Metaverse dengan karakter virtual yang bisa digerakkan, diarahkan membuat pelecehan dan bullying semakin mudah terjadi. Seperti kasus yang telah Gookalian sebutkan di atas tentang seorang wanita yang mengalami pelecehan pada karakter avatarnya di Metaverse. Pelecehan ke arah seksual akan lebih parah karena model interaksi yang semakin tidak terbatas.

4. Pencurian Data Dan Iklan Semakin Mengganggu

Dampak negatif Metaverse yang satu ini berhubungan data pribadi yang bisa dicuri. Seperti halnya ketika kita menggunakan platform Facebook. Apa yang kita ketik, bahas, memasukan komentar, pencarian, kebiasaan mengakses informasi di dalam Facebook akan dipantau oleh sistem. Sistem bisa tahu kapan saja sobat mengakses Facebook dan apa saja ketertarikan yang dimiliki. Waktu yang kita habiskan dalam media sosial sangat mudah dilacak menjadi data yang sangat berguna bagi mereka.

Di alam semesta virtual, potensi penambangan data akan semakin besar karena tindakan dan perangkat keras milik sobat akan meninggalkan lebih banyak jejak data. Semua data ini dapat digunakan untuk membuat model kepribadian dan pola perilaku sobat yang terperinci. Sehingga hujan iklan iklan yang sangat dipersonalisasi, tepat waktu, dan bertarget dapat mengganggu kehidupan sobat. Semakin banyak perusahaan mengetahui tentang sobat, semakin baik perusahaan dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan penetapan harga untuk memengaruhi sobat agar membeli. Padahal kita bersosial media dengan Metaverse bertujuan untuk mencari kesenangan, informasi, dan mungkin hanya mencari kesibukan belaka.

5. Semakin Mudahnya Misinformasi Tersebar

Meskipun dimudahkan dengan adanya interaksi verbal dan fisik melalui dunia virtual, dampak negatif Metaverse tidak jauh dari misinformasi dan hoax. Meskipun sudah disusun sedemikian rupa aturan tidak boleh membahas hal-hal sensitif dalam Metaverse, namun hal tersebut masih sangat mudah terjadi. Orang bisa mudah salah interpretasi terhadap sebuah konten di Metaverse. Hal ini yang sangat sulit dikendalikan dan sangat menantang bagi pengembang media sosial. Tentunya misinformasi akan lebih kompleks terjadi di Metaverse. Ditambah dengan banyak model manusia didalamnya.

Itulah beberapa dampak buruk dari Metaverse. Sama seperti penggunaan media sosial pada umumnya. Namun lebih kompleks permasalahan yang akan dialami oleh penggunanya.

Check Also

Cara Menghilangkan Glance Atau Wallpaper Carousel di Xiaomi

Cara Menghilangkan Glance Atau Wallpaper Carousel di Xiaomi

Sebagai salah satunya merk yang sudah memiliki nama di Indonesia, smartphone Xiaomi sudah dipakai oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.