Rabu , September 28 2022

Kekurangan Sambung Pucuk Tanaman

Apakah sobat pernah mengetahui kekurangan sambung pucuk tanaman? Setiap metode menanam memiliki poin kelebihan dan kekurangan tersendiri. Jika ingin menerapkan model tanam sambung pucuk untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis maka sobat perlu menimbang apakah kelemahan yang dimilikinya bisa dihadapi maupun dihindari.

Sambung pucuk adalah sebuah metode memperbanyak tanaman modern dengan menyatukan bagian atas dan bagian bawah batang. Sambung pucuk disebut dengan istilah grafting. Bagian bawah disebut dengan Seedling yang merupakan jenis tanaman biasa yang hidup baik pada wilayah tertentu. Sedangkan bagian atas disebut Entres yang berasal dari indukan unggul yang diperbanyak karena menguntungkan. Cara sambung pucuk adalah menggabungkan keduanya dengan memotong batang Seedling bagian atas dan batang Entres bagian bawah secara penuh kemudian digabungkan membentuk huruf V.

Contoh tanaman sambung pucuk misalkan menggunakan Durian Bawor sebagai Seedling dan Durian Montong sebagai Entres. Karena Motong cukup sulit diperbanyak dan ditumbuhkan, Bawor dijadikan kaki bawah sebagai pemasok nutrisi Entres karena mudah hidup (akar beradaptasi di kondisi wilayah kita). Maka akan dihasilkan buah Durian Montong yang rasanya tidak berubah meskipun batang bawahnya adalah Durian Bawor. Salah satu contoh ini bisa jadi ide bisnis pertanian yang menjanjikan untuk sobat.

Tujuan sambung pucuk tersebut adalah menambah jumlah varietas atau jenis tanaman unggul dengan bantuan varietas biasa yang mudah hidup di tempat tanam. Selain menghemat, karena tanpa perlu menumbuhkan varietas unggul dari bibit. Cara ini sering digunakan untuk orang berbisnis tanaman untuk dijual kembali atau dibuahkan.

Sebelum menggunakan metode ini, sobat harus tahu kekurangan sambung pucuk tanaman. Meskipun menguntungkan dan terlihat mudah, nyatanya banyak hal yang harus sobat perhatikan karena ada kelemahan. Apa saja kekurangannya? Gookalian berikan informasinya untuk sobat.

Kekurangan Sambung Pucuk Tanaman Perlu Sobat Tahu

Secara umum sambung pucuk tidak berbeda jauh dengan okulasi, alat dan bahan yang digunakan untuk eksekusi tidak beda. Bedanya grafting yaitu memotong keseluruhan batang sedangkan okulasi hanya bagian kulitnya saja. Layaknya metode bertani hugelkultur yang memiliki kelemahan. Berikut ini kekurangan sambung pucuk tanaman sebagai metode perbanyakan modern jaman sekarang:

Peluang Gagal Lebih Besar

Proses sambung pucuk adalah memangkas habis batang setiap bagian atas dan bawah. Hal ini berpotensi besar membuat tanaman mati terlebih dahulu bahkan saat penyambungan sudah dilakukan. Dibandingkan dengan metode biji dan okulasi, grafting memberikan luka yang besar. Tidak semua tanaman bisa benar-benar hidup apabila dipotong keseluruhan batangnya.

Dibutuhkan Keterampilan Dan Pengalaman

Secara umum memang mudah sekali, teorinya dipotong bagian batang bawah dan atas. Kemudian ditancapkan/ disambungkan lalu direkatkan. Namun ternyata penerapan di lapangan membutuhkan pengalaman yang baik. Dibutuhkan kondisi yang sesuai baik untuk Seedler maupun Entres. Misalkan batang tanaman harus sama besar, potongan sempurna sehingga penempelan benar-benar pas. Batang yang geser atau tidak sesuai jalur pembuluh meningkatkan kemungkinan untuk gagal. Karena nutrisi batang atas tidak tersalurkan dengan baik.

Ketrampilan ini didapat dari pengalaman yang banyak. Telah melakukan penyambungan pucuk lalu berhasil merupakan cirinya. Trial and Error untuk mengetahui kecocokan antar batang bawah dan atas itu juga butuh waktu yang membuka wawasan seorang praktisi metode tanam modern ini.

Baca Juga!  Alasan Gagal Memulai Bisnis Online

Pohon Tidak Kokoh

Batang yang hanya ditancapkan lalu direkatkan dengan tali tertentu dan meskipun disambung, tidak serta merta kedua batang bakal menyatu. Karena ada potongan ini, pohon menjadi mudah patah atau roboh jika terkena angin. Ini merupakan kekurangan sambung pucuk tanaman yang perlu diperhatikan. Dibutuhkan medan dan cuaca yang baik untuk menempatkan tanaman pada kondisi yang tidak merusaknya.

Hasil Terkadang Tidak Sesuai Harapan

Seperti contoh diatas, pada banyak kasus tanaman sambung pucuk mengenal yang namanya cocok-cocokan. Cocok artinya antara Seedler dan Entres bisa saling mendukung untuk hidup. Namun tidak hanya itu, cocok artinya apa yang diharapkan terkait buah dengan varietas unggul didapatkan. Namun terkadang kedua tanaman tidak cocok sehingga baru ditanam saja sudah pasti mati.

Cocok bisa hidup belum tentu cocok dengan rasa atau hasil. Misalkan untuk kasus Durian menggunakan Seedler Bawor dengan Entres Musang King. Hasilnya Durian tersebut bisa tumbuh seperti biasa dengan sesuai bentuk fisik varietas Musang King. Akan tetapi ternyata Durian Musang King rasa buahnya seperti Durian Bawor. Ini merupakan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai hasil maksimal.

Membutuhkan Waktu Lama Dan Jumlah Sedikit

Persiapan agar bagian batang bawah bisa kokoh dan mampu untuk menghidupi diri sendiri membutuhkan waktu. Begitupun pada batang atas agar mampu bertahan melalui sumber makanan dari batang berbeda tidaklah singkat. Kalau tanaman stres, maka bisa saja dia langsung mati atau menolak nutrisi dari batang bawah. Butuh waktu untuk mempersiapkan kedua tanaman agar bisa saling mendukung.

Karena waktu yang tidak sedikit inilah, kelemahan sambung pucuk tanaman tidak bisa dilakukan dalam jumlah yang besar. Perlu banyak persiapan dengan jumlah batang yang sesuai dari keduanya.

Baca Juga!  Pekerjaan Terbaik untuk Sarjana Biologi

Itulah beberapa ulasan tentang kelemahan sambung pucuk. Jika sobat berkenan untuk menggunakan metode ini. Pelajari dan cari pengalaman yang benar mampu melakukannya. Sehingga untuk tujuan bisnis atau ditanam sendiri bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Check Also

Cara Sukses Berjualan Online

Cara Sukses Berjualan Online

Gookalian – Jualan lewat cara online memang mempunyai daya magnet yang besar sekali, karena capaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.