Sunday , August 1 2021

Makanan Fermentasi Mencegah Peradangan Lebih Parah

Apakah sobat sudah tahu bahwa makanan fermentasi mencegah peradangan? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wastyk, dkk. (2021) dengan judul diet mikrobiota usus memodulasi kekebalan tubuh manusia membuktikannya. Artinya makanan seperti Kimchi dan Kefir berperan dalam mikrobioma dalam tubuh hingga mencegah peradangan saat terjadi. Apa saja informasi dari penelitian tersebut? Gookalian sajikan buat sobat.

Makanan Fermentasi Mencegah Peradangan

Kimchi dan Kefir mungkin kurang khas Indonesia, tapi sobat bisa juga kok mengkonsumsi oncom, dadih, dangke, tempe dan lain sebagainnya yang +62 banget. Makanan-makanan tersebut dinilai mampu mencegah peradangan atau inflamasi.

Hasil Penelitian Tentang Makanan Fermentasi

Peradangan merupakan salah satu reaksi tubuh alami dalam melawan penyakit. Ini merupakan proses penyembuhan yang normal terjadi. Jika peradangan sudah kronis ini biasanya berhubungan dengan penyakit seperti jantung, asma dan rheumatoid arthritis.

Peneliti banyak melakukan investigasi bahwa makanan memiliki peran dalam proses peradangan termasuk didalamnya mengurangi gejala secara umum. Namun bukan merupakan pengganti dari pengobatan utama.

Sesuai dengan penelitian yang telah disebutkan diatas, makanan berfermentasi dapat mengurangi dampak peradangan. Menurut Dr. Elena A.I., MPH. yang merupakan direktur neurogastroenterology and motility di Lenox Hill Hospital di New York, makanan dengan mikrobiota tertentu dalam pencernaan akan mempengaruhi seluruh tubuh.

Makanan berfermentasi memiliki peran mengubah mikrobioma dalam tubuh. Sehingga terbentuk keragaman bakteri baik atau mikrobiota sehat dalam tubuh.

Dalam penelitian, setidaknya ada 36 orang yang mengkonsumsi makanan fermentasi dan tinggi serat selama 10 bulan. Hasilnya mereka yang mengkonsumsi menunjukkan tubuh mereka lebih sedikit yang teraktivasi sel imun-nya. Diet atau asupan makanan punya andil dalam mikrobioma dalam pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

Mereka yang mengkonsumsi makanan berfermentasi memiliki mikrobioma yang lebih beragam dalam pencernaan atau usus. Lain halnya yang makan yang tinggi serat saja tidak terjadi perubahan mikrobioma dalam usus.

Perlu dicatat bahwa tidak ada proses penyembuhan peradangan. Makanan kaya bakteri baik itulah yang mengurangi peradangan. Konsumsi makanan tersebut akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah peradangan yang akan terjadi. Hubungan tentang makanan ber biota dan kekebalan tubuh masih perlu penelitian yang lebih panjang. Pengetahuan tentang ini bisa berguna untuk mengatasi peradangan lebih luas lagi.

Makanan Fermentasi Mencegah Peradangan, Siapa Yang Rentan?

Peradangan merupakan sebuah respon kekebalan tubuh yang alami. Ketika ada stres maupun luka, antibodi akan mengeluarkan sejenis protein yang akan mengobati tubuh. Dalam jangka yang singkat, inflamasi akan membantu mengobati. Tapi kalau terlalu lama, jaringan sehat bisa ikut terserang juga. Jika hal ini terlalu lama bisa kronis dan menyebabkan kerusakan jaringan tubuh berlebihan.

Dalam hal ini, makanan berfermentasi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Sehingga akan lebih sehat dengan sedikit gejala peradangan pada mereka yang memiliki masalah kesehatan. Tentunya sobat mau dong makanan berfermentasi, sebagian orang suka. Dan punya khasiat dalam mengurangi efek peradangan.

Check Also

Gangguan pencernaan picu berat badan berlebih

Gangguan Pencernaan Picu Berat Badan Berlebih

Gangguan pencernaan picu berat badan berlebih adalah hal yang dapat terjadi. Kita pasti sudah tahu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *