Siapkah Perusahaan Jadi Composable Enterprise

Pernahkah sobat mendengar perusahaan jadi Composable Enterprise ? Dari arti yang dimaksud Composable adalah sebuah sifat yang dapat didaur ulang dan bahkan masih tetap bermanfaat saat mati.

Begitupula dalam dunia bisnis, untuk menghadapi sepak terjang dan tantangan dunia dewasa ini perusahaan kita harus bisa bertahan. Artinya ketika mati suri atau sudah tidak ada harapan harus tetap berguna seperti layaknya pupuk kompos. Lalu bagaimana kiat menjadikan perusahaan agar jadi Composable Enterprise? Gookalian berikan infonya untuk sobat bersumber dari European Business Review.

Kiat Perusahaan Jadi Composable Enterprise

Tantangan yang dihadapi salah satunya lewat perubahan penjualan dari berbasis offline kini menjadi online dan berbasis pada aplikasi (dengan Cloud). Mereka yang masih jadul dan tidak mau mengikuti arus akan tersapu bersih jika tidak terintegrasi dengan pelayanan jaringan, analitik data, berorientasi ponsel genggam dan sosial media.

Pemenang adalah yang menguasai platform teknologi, merespon dengan cepat kebutuhan pasar, melihat tren, berjejaring, garansi, performa, reliabilitas dan menawarkan tambahan produk jasa.

Definisi perusahan “Kompos” adalah menyatukan bagian dan strategi yang memungkinkan bisnis sobat terhubung ke ekosistem baru. Sehingga akan mendapatkan pendapatan baru dan mengesksposnya ke pasar baru.

Evolusi Bisnis

Menurut Gartner (Global IT Research And Advisory Firm) sebuah perusahaan “Kompos” mengacu pada perubahan dan bagaimana sebuah perusahan dibawa. Menurutnya harus terdapat perangkat dan kombinasi dari kapasitas bisnis berbentuk aplikasi yang sudah dimiliki serta dikembangkan. Sehingga sebuah aplikasi tersebut dapat berubah sesuai dengan operasi bisnis, respon terhadap perubahan eksternal dan kelincahan dalam tumbuh.

Dengan menggunakan teknologi dalam bentuk PCB (Packaged Business Capabilities) memungkinkan sobat memiliki sebuah aplikasi sendiri. Tentunya dengan sumber daya IT yang sesuai. Suatu saat apabila kedepannya ada perubahan, maka bisa bertransformasi atau berevolusi menggandeng bisnis lain untuk kolaborasi bersama.

Strategi, arsitektur, dan teknologi yang berubah menghadapi masa depan sangat mudah diadaptasi jika memiliki aplikasi tersendiri. Contohnya Tokopedia yang berkolaborasi dengan Gojek menjadi Go-To. Penyatuan ini akan mudah dilakukan karena telah memiliki platform masing-masing.

Membangun Blok Merupakan Kiat Perusahaan Jadi Composable Enterprise

Strategi – Dalam hal ini perusahan Composable selalu memiliki pertanyaan besar. Dimana posisi perusahaan di masa depan, apakah sektor luar atau dalam, bagaimana cara menghubungkannya. Pemikiran Composable tersebut selalu jadi kerangka dalam penciptaan konseptualisasi ide melalui pemikiran, modularitas, otonomi, orkestra dan penemuan-penemuan baru.

Arsitektur – Menguatkan kapabilitas struktural yang akan dimiliki dan mekanisme dalam beradaptasi maupun mengubah arah tujuan dari posisi sekarang.

Teknologi – Berpikir Composable artinya membutuhkan komponen perangkat lunak aplikasi sebagai alat untuk masa sekarang dan masa depan. Mengkoneksikan kepingan-kepingan dan skala perusahaan, membawa teknologi agar produk bisnis dapat didukungnya dan menerjemahkan teori menjadi praktek nyata.

Menggunakan Sistem Monolitik Dan Microservice

Monolith merupakan sistem arsitektur pada aplikasi dimana semua komponen tidak terpisah alias menjadi satu sama lainnya. Apabila ada update atau perubahan pada sebuah bagian, semua bagian akan terdampak dan mungkin berhenti. Sebaliknya pada Microservice, membagi aplikasi menjadi layanan yang lebih kecil serta berhubungan.

Dengan menggunakan sistem monolitik pada bagian tertentu aplikasi ditambah dengan Microservice pada bagian lainnya. Akan menambah sistem yang digunakan menjadi semakin lincah untuk skala yang lebih besar.

Dengan menggunakan Microservice, setiap komponen akan terkoneksi meskipun secara terpisah. Saling mendukung software yang terhubung dan bisa berkomunikasi secara online. Microservice dapat dimodifikasi, dicoba, dan diaktifkan atau diubah sesuai keinginan tanpa mengubah keseluruhan sistem yang ada.

Ini akan menjadi lebih fleksibel menghadapi bahasa pemrograman aplikasi yang berbeda-beda dan mendukung teknologi yang sedang trend karena dapat diubah sesuai keinginan. Komunikasi antar aplikasi tidak akan ada kendala lagi dalam satu jaringan yang sama (karena beberapa tidak bisa menjadi kendala tersendiri).

Sistem aplikasi monolitik harus tetap sobat miliki dalam bisnis atau perusahaan dan jangan dibuang. Namun ditambah dengan Microservice, peta jalan perusahaan yang jelas, dan memperhatikan komunikasi jejaring.

Application Programming Interfaces (APIs)

Piranti vital ini wajib dimiliki oleh perusahaan Composable. Karena dapat dapat menghubungkan layanan lain dengan aplikasi. API dapat membagikan data dari platform bisnis, aplikasi, layanan awan yang berbeda. Dan juga menghubungkan dengan partner bisnis dan penyedia pihak ketiga lainnya.

APIs memberikan sebuah antarmuka yang mudah digunakan, mengurangi siklus perkembangan dan memastikan kecepatan pelayanan antar pelanggan dan partner. Selain itu, ada keuntungan keamanan data, akses kontrol dan autentikasi yang membuat pebisnis lebih tenang.

Selain itu, secara singkat Gookalian tambahkan lagi yaitu penggunaan Even Driven Architecture (EDA) untuk komunikasi yang tersinkronisasi berfokus pada aktivitas konsumen. Integrasi modern yang memberikan konsistensi, keamanan dari resiko, dan meningkatkan biaya teknis.

Composable Enterprise membuat perusahaan jadi bisa berjalan secara otomatis, independen, dan dapat digabungkan platform lain dengan mudah untuk beradaptasi terhadap perubahan serta
berinovasi.

Check Also

menciptakan tempat kerja yang bahagia.

Menciptakan Tempat Kerja Yang Bahagia Untuk Karyawan

Gookalian – Pekerjaan adalah sebuah bisnis yang serius, tapi bisa juga menciptakan tempat kerja yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *