Prosedur Uji Tabrak Mobil Yang Perlu Sobat Tahu

uji tabrak mobil

Sobat pengguna kendaran roda 4, pasti sudah tahu apa itu uji tabrak mobil. Sebuah tes yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan sebuah mobil dikatakan aman dari tabrakan.

Tahukah sobat bahwa proses uji tersebut tidak serta merta menabrakan sebuah mobil ke sesuatu. Ada berbagai prosedur yang dilakukan, berikut informasinya dari Gookalian.

Tahapan Pengujian Tabrak Mobil

Dalam hal ini, terdapat sebuah program bernama Euro NCAP (European New Car Assestment Program) yang menjadi lembaga pengetesan keselamatan dan keamanan mobil yang diproduksi.

Euro NCAP menggunakan penilaian berupa jumlah bintang untuk setiap mobil yang lulus uji. Lembaga penguji ini sudah eksis sejak tahun 1996 yang menguji mobil pertama pada tahun 1997. Semakin banyak bintang yang diperoleh maka semakin baik tingkat keamanan dan keselamatannya. Berikut tahapan pengujian tersebut.

1. Uji Tabrak Mobil Untuk Proteksi Dewasa (Adult Occupant Protection)

Pengujian ini bertumpu pada akibat kecelakaan yang diakibatkan orang dewasa dari pengemudi sampai penumpang. Benturan depan, lateral dan cedera leher akan jadi penilaian pada tes ini.

2. Uji Bahaya Pengguna Jalan (Vulnerable Road Users)

Dilakukan dengan menganalisis benturan yang terjadi apabila mobil menabrak pejalan kaki berupa cedera kepala, panggul, dan kaki. Mereka yang beresiko tertabrak diantaranya pejalan kaki, pengendara sepeda dan lainnya.

Sebuah sensor AUB (Autonomous Emergency Braking) yang melakukan pengereman secara mendadak apabila teranalisa diluar lingkungan mobil. Penilaian akan didasarkan pada hal ini dan mempengaruhi jumlah bintang yang ada.

3. Proteksi Penumpang Anak-Anak (Child Occupant Protection)

Hampir sama seperti penilaian benturan dari depan, lateral untuk jenis jok depan maupun penumpang. Kemampuan mobil akan dinilai dari 3 aspek: perlindungan keselamatan jok penumpang, kemampuan mobil mengakomodasi jok khusus anak dan ketentuan pengangkutan anak dalam mobil.

Standar Eropa adalah i-Size yang menjadi hal wajib mobil untuk mengangkut anak. Jangkar ISOFIX yang wajib disematkan harus aktif dalam posisi apapun.

4. Bantuan Keamanan (Safety Assist)

Ada begitu banyak sensor berteknologi tinggi yang disematkan pada sebuah mobil untuk mengatasi berbagai kemungkinan kecelakaan. Terbukanya Airbag saat kecelakaan akan dihitung, apakah ada keterlambatan atau terlalu cepat mengembang menjadi poin penilain. Apabila fitur aktif, maka dapat mengurangi atau menghindari dampak cedera akibat kecelakaan.

5. Update Penilaian Euro NCAP

Pengujian tabrakan mobil akan selalu diperbarui dari tahun ke tahun. Semakin tahun akan semakin ketat pengujian yang dilakukan. Contohnya beberapa tahun yang lalu pengujian tabrak hanya dilakukan pada benda diam dengan kecepatan tertentu. Simulasi tersebut update, dewasa ini menggunakan lawan mobil juga secara langsung untuk ditabrakkan.

Setiap 2 tahun standar Euro NCAP akan terus diperbarui. Sehingga, mobil akan terus diperbarui keamanannya dengan sensor-sensor baru yang terus disematkan.

Penilaian maupun pengujian ini akan mempengaruhi penilaian calon pembeli. Terutama bagi mereka yang mengutamakan keselamatan berkendara. Biasanya mobil dengan harga dan kasta yang lebih tinggi akan mendapatkan perolehan nilai bintang yang lebih tinggi juga. Karena pada kasta tertinggi mobil akan menyematkan lebih banyak sensor keamanan.

Bahkan ada juga jenis mobil baru yang tidak memiliki Airbag namun masih mendapat 1 bintang dalam penilaian Euro NCAP. Konstruksi mobil juga akan sangat berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan penumpang dan pengemudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *