Telinga Berdenging Mempengaruhi Pekerjaan

telinga berdenging mempengaruhi pekerjaan

Sobat Gookalian perlu kalian tahu bahwa telinga berdenging mempengaruhi pekerjaan seseorang. Telinga berdenging merupakan salah satu gejala dari penyakit Tinnitus. Suara yang muncul di telinga ini bisa dialami oleh siapa saja.

Berefek pada kehidupan terutama pada pekerjaan, setidaknya 42% dari mereka mengalami hal ini tidak bisa bekerja dengan tenang atau fokus. Bahkan 38% mengatakan bahwa kejadian Tinnitus mempengaruhi prospek kerja mereka (Tinnitus Hub). Lantas, apa saja efek dari telinga berdenging ini bisa merambat ke pekerjaan dan bagaimana cara pencegahan maupun pengobatannya?

Telinga Berdenging Mempengaruhi Pekerjaan

Biasanya dialami oleh mereka sebagai pekerja, umumnya berdampak pada beberapa hal berikut:

Tidak Mau Mengakui

Menurut penelitian, setidaknya 20% orang yang mengalami Tinnitus tidak mau menjelaskan ke orang lain. Mereka tidak mau orang lain tahu bahwa ada gejala yang mereka alami. Biasanya takut karena dapat berdampak pada tidak berjalannya diskusi dengan lancar atau pertemuan dengan klien terhambat. Mereka juga cemas apabila rekan kerja tidak mengerti apa yang dia rasakan.

Telinga Berdenging Mempengaruhi Pekerjaan Karena Suara

Orang-orang dengan Tinnitus akan sangat sensitif pada suara yang keras. Jika mereka bekerja pada lingkungan dengan kebisingan tinggi, rasa sakit akan menyerang telinga. Perlu diketahui 80% orang yang terkena Tinnitus mengalami kehilangan pendengaran. Otak cenderung memproses suara dengan tidak benar. Telinga berdenging bukan berarti dapat menyebabkan pendengaran hilang, namun dengungan yang mengganggu ini membuatnya kesulitan mendengar suara lain. Gunakan pelindung telinga dari suara bising adalah cara yang efektif mengatasi ini.

Kehilangan Fokus

Orang yang telinganya berdengung atau Tinnitus tidak bisa fokus. Berdampak pada komunikasi tidak efektif berdampak pada produktivitas. Menurut ahli,otak harus mengabaikan suara denging untuk fokus pada hal lainnya. Ini berefek pada pekerjaan seseorang karena kehilangan fokus.

Lebih Lanjut Lagi

Sekitar 23% orang dengan Tinnitus yakin bahwa masalah yang mereka hadapi berdampak pada pekerjaan. Ada yang mengalami gejala ringan sampai berat, membuat mereka berpikir bahwa tidak bisa mendapat pekerjaan karenanya. Mereka takut kalau HRD perusahaan atau rekan kerja tidak mengerti tentang apa yang mereka rasakan sehingga berdampak pada tanggung jawab pekerjaan.

Pencegahan Dan Pengobatan

Ada begitu banyak penyebab Tinnitus atau telinga berdengung dimana sebagian darinya tidak bisa dicegah. Tapi setidaknya ada beberapa langkah untuk mengurangi resikonya untuk jadi lebih parah seperti halnya:

Gunakan Tingkat Volume Suara Yang Rendah

Seperti halnya saat mendengarkan musik, gunakan volume rendah. Karena jika mendengarkan dengan keras apalagi dalam waktu yang cukup lama bisa beresiko kehilangan pendengaran dan Tinnitus.

Headset Dengan Noise-Canceling

Proses mendengar yaitu bergetarnya organ tipis dalam telinga yang kemudian ditransfer dalam bentuk sinyal ke otak. Jika ada gangguan suara, otak mengetahuinya dan menginterpretasikan suara yang ada. Kerusakan organ di telinga dalam memudahkan terjadinya suara dengung terjadi. Selain mengecilkan suara, gunakan perangkat audio dengan Noise-Canceling saat mendengarkan musik. Ini akan membantu melindungi telinga dari kerusakan atau suara berisik yang keras.

Tetap Jaga Kesehatan

Ahli kesehatan melaporkan tekanan darah yang tidak normal dapat menyebabkan Tinnitus. Untuk itu jagalah kesehatan dengan asupan makanan yang tepat untuk mencegah tekanan darah tidak normal. Lakukan olahraga secara rutin untuk mengurangi stres yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Terakhir lakukan pengecekan ke ahli kesehatan atau dokter untuk bertanya jika sobat mengalami telinga berdengung. Ahli THT mungkin bisa mengetahui dengan jelas penyebab dan pencegahan telinga berdengung atau Tinnitus yang sobat alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *