Rabu , September 28 2022

Modifikasi Berbahaya Untuk Mobil Harian

Apakah sobat sudah tahu modifikasi berbahaya untuk mobil harian untuk tidak diterapkan? Sebagai sebuah hobi, modifikasi pada kendaraan baik itu roda dua atau roda empat menjadi hal yang biasa dilakukan oleh pecinta otomotif. Dengan berbagai tujuan seperti mengubah pandangan agar tidak bosan maupun meningkatkan performa tunggangan mereka.

Faktor keamanan dalam berkendara seharusnya jadi poin utama selain hanya mempercantik tampilan dan menambah performa. Sehingga ada beberapa hal yang diabaikan dalam modifikasi membahayakan penggunanya. Apa sajakah modifikasi yang berbahaya untuk mobil tersebut? Gookalian sajikan untuk sobat.

Modifikasi Berbahaya Untuk Mobil Harian Yang Perlu Diperhatikan

Simak beberapa poin modifikasi yang sebaiknya tidak dilakukan. Untuk keselamatan dan tetap menjaga mobil sobat fungsional layaknya apa adanya:

Ganti Pelek Dan Ban Diluar Rekomendasi

Mengganti ukuran ban menjadi hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang untuk mendapatkan penampilan mobil sesuai keinginan. Ada kalanya ukuran velg dan ban diperbesar untuk mendapat tampilan yang gagah atau lebih gahar dari sebelumnya. Memaksa menggunakan velg yang lebih besar dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Ukuran yang lebih besar dari kedua komponen roda tersebut akan berpengaruh pada ketahanan kaki-kaki. Jangan sampai setelah menjadikannya lebih besar, kaki-kaki jadi kurang awet. Jika tidak benar atau tidak segera disetel saat sudah tidak enak jalan. Ini dapat berbahaya saat mobil bermanuver. Understeer atau stir tidak dapat dikendalikan terjadi dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga!  Cara Mengcopy Gambar dari Google ke Word

Menurunkan Jarak Terendah Ke Tanah (Ground Clearance)

Agar mobil stylish, menurunkan bemper hingga ketinggian jarak terendah dilakukan. Umumnya untuk mendapatkan keuntungan aerodinamis karena mobil tidak terlalu tinggi dalam menembus angin. Namun hal ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan harian. Ground Clearance yang sudah ditetapkan pabrikan adalah sesuai dengan kondisi jalanan khususnya di Indonesia.

Dengan menurunkannya, ada potensi terjadi gesekan jalan dengan bagian bawah mobil. Seringkali mobil jadi lebih sulit dikendalikan untuk menghindari berbagai lubang di jalan maupun polisi tidur. Ground Clearance yang pas atau cukup tinggi membuat roda punya ruang lebih untuk meredam jalanan tidak rata. Membuatnya bisa mempercepat kerusakan sasis dan bawah body.

Kaca Film Terlalu Gelap

Sudah ada aturan tertentu yang berhubungan dengan penggunaan kaca film. Kendaraan dengan kaca samping maupun depan belakang harus dari bahan tidak mudah pecah dan tembus pandang. Artinya bisa dilihat dari dua arah. Seringkali kaca dibuat sangat gelap melebihi standar membuat cahaya tidak tembus lalu mempengaruhi pandangan.

Jika pandangan terganggu, mengemudi menjadi berbahaya. Ini berlaku untuk pengguna jalan lain juga yang ingin menyalip. Biasanya kaca yang lebih terang membuat pandangan bagus untuk memperkirakan kecepatan waktu menyalip. Terhalangnya lampu dari lawan arah ketika ingin menyalip bisa membahayakan pengguna jalan lain maupun pemilik mobil sendiri.

Mengganti Lampu Utama Yang Tidak Sesuai

Reflektor bohlam adalah didesain untuk jenis lampu bohlam juga baik pada mobil maupun motor. Seringkali pengguna menggantinya jadi lampu LED maupun HID (High Density Discharge) untuk tujuan lebih terang menembus malam. Padahal kedua lampu tersebut tidak cocok untuk reflektor biasa. Dapat menyebabkan penyebaran cahaya tidak terarah hingga mengganggu pandangan lawan arah.

Baca Juga!  Fitur Unggulan Xiaomi yang Harus di Coba

Terlihat terang bagi pemilik mobil namun sangat silau untuk lawan arah. Berkendara menjadi berbahaya untuk kita sendiri jika orang lain terganggu pandangannya. Kalau ingin menggunakannya, pastikan intensitas cahaya tidak menyilaukan pengendara lawan arah. Juga menyesuaikan bentuk lampu dengan reflektor agar ada cut off yang membuat pengendara tidak silau.

Modifikasi Kelistrikan

Menambahkan audio, colokkan charger dan peralatan yang membutuhkan listrik lainnya sebaiknya dihindari. Instalasi kurang baik akan menyebabkan arus pendek bisa terjadi. Kebakaran tidak dapat dihindarkan dapat membahayakan penumpang.

Pedal Tidak Standar

Pedal untuk gas, rem dan kopling didesain berbentuk karet. Untuk mendapatkan gaya gesek menghindari tergelincir saat diinjak. Seringkali banyak yang mengubah pedal kaki menjadi bahan metal agar terlihat keren dan sporty. Namun kesalahan saat menginjak pedal dapat terjadi karena bentuknya. Kontrol pedal gas maupun rem yang lepas dapat menyebabkan mobil tergelincir.

Mengganti Bumper

Fitur Airbag pada mobil sangat berhubungan dengan komponen yang ada pada sisi maupun depan (bumper). Jika diganti sembarangan, sensor tidak dapat bekerja dengan baik saat benturan atau kecelakaan terjadi. Pemasangan bumper yang tidak sesuai dengan standar tidak direkomendasikan karena hal ini. Saat benturan terjadi, Airbag tidak mengembang maka meningkatkan resiko cedera bagi penumpang.

Beberapa jenis modifikasi berbahaya untuk mobil harian di atas bisa sobat hindari untuk tetap aman berkendara. Sebelum melakukan modifikasi, disarankan untuk bertanya pada ahlinya terkait fungsi-fungsi mobil yang terdampak akibat modifikasi. Sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Check Also

Cara Menghilangkan Glance Atau Wallpaper Carousel di Xiaomi

Cara Menghilangkan Glance Atau Wallpaper Carousel di Xiaomi

Sebagai salah satunya merk yang sudah memiliki nama di Indonesia, smartphone Xiaomi sudah dipakai oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.