Resiko Menikah Muda Bagi Pria Dan Wanita

Resiko Menikah Muda Bagi Pria Dan Wanita

Resiko menikah mudah bagi pria dan wanita perlu sobat perhatikan karena berhubungan dengan kehidupan kedua mempelai. Menikah merupakan cara terbaik untuk sepasang manusia yang saling mencinta tapi tidak memiliki ikatan.

Terjadi juga pada kawula muda yang mungkin terbuai indahnya kehidupan setelah pernikahan. Mereka mencoba melakukan pernikahan dini padahal ada begitu banyak hal yang masih perlu dipersiapkan. Selain finansial, ada juga kesiapan mental yang diperlukan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Berikut ini Gookalian sajikan beberapa informasi resiko menikah muda yang mungkin dapat menjadi dasar sobat sebelum lanjut ke jenjang pernikahan suci.

Resiko Menikah Muda Bagi Pria Dan Wanita

1. Resiko Menikah Mudah Bagi Pria Dan Wanita Utama Adalah Masalah Reproduksi

Bagi wanita yang berusia dibawah 20 tahun, terdapat banyak resiko kesehatan pada kehamilan. Banyak studi mengungkapkan pada usia tersebut resiko kematian bayi dan ibu meningkat karena reproduksi yang belum siap atau matang. Diikuti dengan resiko perdarahan dan komplikasi kehamilan dan persalinan.

Resiko stunting pada anak juga dapat terjadi apabila kehamilan pada usia ibu yang terlalu muda. Ini merupakan sebuah lingkaran setan, seseorang yang tumbuh dengan stunting biasanya akan melahirkan generasi pendek (stunting) juga.

2. Kehilangan Masa Muda

Masa muda bisa lebih banyak digunakan untuk berjejaring lebih luas. Menambah berbagai pengalaman dan pembelajaran kehidupan serta bercengkrama dengan teman-teman sejawat.

Sobat yang memutuskan untuk menikah di usia muda mungkin harus merelakan banyak aktivitas masa muda seperti jalan-jalan, berkumpul dengan teman. Karena kondisi nyata setelah berkeluarga akan sangat berbeda ketika masih single.

3. Kondisi Psikologis Labil

Gangguan psikologis yang dapat menyerang mereka yang menikah muda adalah kecemasan, depresi dan gangguan mood berdampak pada mental seseorang. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir seseorang menjadi lebih agresif dan tidak tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

Masa muda merupakan waktu dimana seseorang sedang mencari jati diri. Membentuk pola pikir dan mengenal kekurangan dan kelemahan diri. Bisa terbentuk lewat berbagai peristiwa dengan lingkungan sekitar pergaulan. Pencarian jati diri dapat terhambat oleh pernikahan yang membuat kondisi psikologis menjadi labil.

4. Kekerasan Akibat Emosi

Berhubungan dengan kondisi mental yang labil, sangat rentan terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Karena pola pikir yang belum matang dan mudahnya seseorang terkena goncangan membuat seseorang mudah emosi. Rasa kekesalan dan emosi diwujudkan dengan kekerasan terhadap pasangan sering terjadi karena emosi yang masih labil.

5. Keuangan Belum Tercukupi

Sobat pasti tahu relasi dapat dibangun sejak masa muda sekaligus mencari teman. Resiko menikah mudah bagi pria dan wanita ada pada segi finansial karena kurangnya relasi berdampak pada karir. Saat sudah berumah tangga, ada beban finansial yang tidak sedikit dan membutuhkan penghasilan tetap.

6. Tidak Mandiri

Karena masalah keuangan, emosi dan mental akan sangat merepotkan saudara atau orang terdekat. Orang lain harus ikut andil menyelesaikan masalah baik itu keuangan atau kehidupan bahtera rumah tangga. Ini disebabkan oleh ketidaksiapan berbagai aspek yang telah disebutkan.

Pada akhirnya, berbagai resiko diatas dapat membuat rumah tangga gampang retak dan berujung perceraian. Kebahagiaan yang sering orang pamerkan dari hasil nikah muda tidak bisa semudah itu. Meskipun bergelimang harta, urusan psikologi dan mental tidak bisa main-main. Karena sifat seseorang tidak dapat dengan mudah berubah.

Menikah memang tidak mudah, akan tetapi apabila disiapkan dengan ilmu dan berbagai aspek yang cukup baik pasti dapat menunjang kelangsungan rumah tangga. Sobat yang berencana nikah muda perlu dipikirkan baik-baik berbagai hal yang perlu dipersiapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *