Sunday , August 1 2021

Menjaga Jejak Digital Anak Untuk Masa Depannya

Penting bagi orang tua dalam menjaga jejak digital anak. Jejak tersebut berupa foto, suara, atau bahkan momen-momen lucu yang diupload ke sosial media. Keseluruhan yang berhubungan dengan membagikan sesuatu tentang anak adalah jejak digital.

Menurut Jelliesapp, ada begitu banyak jejak digital yang bahkan muncul pada anak sebelum dia lahir. Karena orang tua yang membagikan gambar USG, update foto kandungan dan dekorasi perawat serta hal lainnya yang berhubungan dengan informasi digital si kecil. Ini mungkin momen membahagiakan, namun perlu diketahui bahwa ini bisa membahayakannya masa depan si kecil. Apa yang tidak boleh disebar di sosial media dan yang boleh tentang anak menjadi hal kritis karena berhubungan dengan kehidupannya di masa yang akan datang.

Untuk itu menjaga jejak digital anak perlu dilakukan oleh orang tua. Keamanan masa depan si kecil adalah prioritas. Gookalian berikan beberapa saran untuk orang tua dalam mengajarkan maupun menjaga informasi digital yang dimiliki anak.

Cara Menjaga Jejak Digital Anak

Segala sesuatu yang kita upload ke internet hampir menjadi sesuatu abadi. Meskipun kita menghapusnya, pemilik server yang menyimpan data mungkin tidak secara langsung menghapusnya tetapi tetap akan menyimpannya. Apalagi sampai kejadian gambar atau momen tertentu di internet yang kurang baik untuk dibagikan, diambil oleh orang lain untuk kepentingannya dan berbahaya bagi si anak sendiri di masa depan. Untuk itu beberapa manajerial Jejak Digital buah hati sobat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di bawah ini.

Apapun Yang Akan Dibagikan, Lakukan Secara Hati-Hati (Karena Tersimpan Selamanya)

Data menunjukkan, di Amerika setidaknya rata-rata orang tua mengupload 71 foto anak dibawah umur mereka di sosial media. Tidak jarang gambar atau momen tersebut cukup memalukan bagi si anak. Dia baru mengerti ketika sudah agak dewasa dan mengetahui maksud dari berbagi hal di sosial media.

Postingan yang bersifat memalukan mungkin membuat anak memiliki perkembangan emosional dan mental terganggu. Konsekuensi ini harus ditanggung karena seiring anak tumbuh, dia akan memiliki keunikan diri. Privasi adalah hal yang menjadi perhatian. Jika terlalu banyak membagikan tentang kebiasaannya, momen lucu dan memalukan akan membuat mereka berasa tidak perlu.

Sebagai orang tua, perlu mengajarkan tentang privasi. Keluarga dan si anak harus memiliki pengetahuan dan daya untuk menjaganya. Karena postingan yang diunggah bisa diambil orang lain meskipun sudah dihapus bahkan di screenshot orang lain. Untuk kemudian diunggah kembali di tempat lain.

Sobat harus memberi tahu apa saja yang boleh dibagikan oleh anak di sosial media. Gambar, video, aktivitas apa saja dan informasi yang aman dengan privasi. Dengan anak yang telah tahu apa saja yang harus dia post di sosial media sejak dini, kehidupan onlinenya akan lebih baik.

Sosial Media Bukanlah Masalah Satu-Satunya Dalam Menjaga Jejak Digital Anak

Gak cuma sosial media tempat kita berbagi suatu hal yang mana ini mengoleksi informasi pribadi. Seluruh aktivitas kita yang berhubungan dengan internet akan menjadi jejak digital yang tertanam dalam algoritma. Algoritma akan membuat iklan, tempat belanja, video rekomendasi muncul sesuai kebiasaan kita. Data tentang kita akan terbaca algoritma dan memberikan iklan yang sesuai dengan data yang dimiliki.

Dengan adanya Internet Of Things, seluruh perangkat berteknologi dapat terhubung dengan smartphone. Bisa digunakan untuk menghidupkan AC, TV hingga membuka gerbang rumah. Jangan sampai anak menggunakan teknologi untuk membahayakan diri dan orang lain disekitarnya.

Gunakan Kata Sandi Yang Kuat

Mengajarkan anak untuk mengingat kata sandi yang kuat dalam membuat sosial media adalah penting. Karena menurut sebuah studi, 23 juta akun menggunakan kata sandi 123456 yang sangat mudah untuk diretas. Menjamin keamanan akun sosial media anak jika memang sudah diijinkan memilikinya berarti menjaga privasi yang dimilikinya.

Kata sandi buat ponsel akan lebih baik untuk diperkuat. Karena didalamnya bisa dicuri oleh orang lain. Membiasakan anak memiliki keamanan akun untuk membuat email dan nantinya dibutuhkan di masa depan wajib diajarkan oleh orang tua.

Menggunakan Kontrol Orang Tua

Ponsel pintar kini telah dilengkapi dengan Parental Controls yang membatasi aktivitas yang dilakukan. Jika sobat meminjamkan hp ke anak, kontrol orang tua bisa membatasi aplikasi apa saja yang boleh dibuka. Situs apa saja yang bisa diakses sampai tidak bisa sembarangan instalasi aplikasi.

Fitur ini dapat disetel untuk memberikan rentang waktu penggunaan ponsel. Misalnya waktunya tidur, ponsel tidak bisa dipakai lagi tanpa disetel orang tua. Teknologi bisa dimanfaatkan oleh sobat untuk mengatasi berbagai hal terkait penggunaan ponsel sendiri.

Berbicara Dengan Anak Sesering Mungkin

Terus berikan pengetahuan ke anak tentang privasi dan jejak digital yang dimiliki. Katakan, hindari perilaku negatif di sosial media melakukan pembulian online dan stalking berlebihan. Jika menjadi korban, anak harus berbicara dengan orang tua. Sobat perlu mengeceknya setiap waktu. Selalu berhati-hati dan berpikir panjang sebelum upload sesuatu di sosial media.

Meskipun sesuatu yang berhubungan dengan teknologi cukup sulit untuk dipelajari untuk orang tua. Namun hal ini jangan sampai tidak terurus karena penting seperti informasi diatas. Penting untuk ikut andil dalam menjaga jejak digital anak anda untuk masa depan yang lebih aman.

Check Also

10 cara menghemat energi listrik dirumah

10 Cara Menghemat Energi Listrik Dirumah

Dalam keluarga, ada 10 cara menghemat energi listrik yang bisa sobat terapkan khususnya dirumah. Informasinya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *